Saya Bangga Jadi Petani“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran kuasa Allah) bagi kaum yang berfikir” ( QS ; Ar rad : 4 ) Liputan pelantikan LPP NU PCNU BrebesDi iringi cuaca yang sejuk dan rintikan hujan di tepi selatan Objek wisata Waduk Penjalin tepatnya di Pendopo UNU Purwokerto Kampus Winduaji, pada hari ahad 8 November 2020 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan Pelantikan Pengurs Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatu ulama Kabupaten Brebes.

Acara pelantikan berjalan dengan penuh hidmah dan lancar. Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Cabang Brebes KH. Mohammad Aqsho M.Ag menyampaikan dalam sambutanya bahwa Brebes sebagai kabupaten yang memiliki Luas 1,9 Juta Ha dengan jumlah penduduk 1,9 Juta jiwa yang sebagian besar penduduknya adalah warga Nahdliyin yang bekerja di sektor pertanian.

Program Gerakan “AYO MENANAM POHON SAYA BANGGA JADI PETANI

Maka menjadi sangat strategis manakala LPP NU kab. Brebes dapat menjalankan amanah untuk mengurusi petani. KH. Mohammad Aqsho M.Ag selaku Ketua Tanfidziyah NU cabang Brebes kemudian melantik Pengurus LPP NU Kab Brebes yang di dahului dengan pembacaan SK oleh Sekretaris NU Cabang Brebes Lakhmudin.M.Pd.I Setelah di lantik Ketua Cabang LPP NU Kab. Brebes Yadi Supriyadi SP sarjana pertanian lulusan Instiper Yogyakarta tahun 1999 ini kemudian menyampaikan bahwa Brebes sebagai daerah pengahsil bawang terbesar di Indonesia memiliki peluang dan tantangan bagi LPP NU yang ia ketuainya.

Menurutnya bahwa data yang di peroleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Harga Pokok Produksi bawang merah saat ini Rp.13.500 per kilogram HPP ini menjadi sangat mahal ketika di bandingkan dengan HPP Bawang merah dari daerah lain yaitu sekita 6.000 per kilogram.Maka bila harga pasar bawang merah di bawah 13.500 sudah jelas petani bawang merah kabupaten Brebes akan mengalami kerugian dan tidak mampu bersaing di pasar global.

Hal ini menurutnya disebabkan karna penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang sudah berpuluh tahun sehingga mengakibatkan kerusakan tanah dan ketergantungan pada pupuk kimia yang saat ini harganya makin melambung, persoalan ini tentu menjadi satu ancaman bahwa icon kabupaten Brebes sebagai kota bawang akan hilang dan di geser oleh kota lainya.

Untuk itu sebagai Ketua LPP NU kabupaten Brebes Yadi Supriyadi SP akan melakukan terobosan-terobosan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, di antaranya mengendalikan pertanian, perkebunan, peternakan yang berdaulat dan bermartabat.Yaitu dengan menjadikan petani, peternak, dan berkebun dengan cara tanam organik, dan semua program ini akan di sinergikan dengan berbagai pihak yang terkait.

Di kepengurusan LPP NU kbupaten Brebes ada divisi khusus yaitu Divisi Analisa Tanah, Pemuliaan Tanaman dan Ternak. Divisi ini mungkin menjadi satu satunya yang ada di LPP NU seluruh Jawa Tengah. Yadi supriyadi SP optimis karna divisi ini di pegang oleh Drs. H. Aminudin Mupti seoarang praktisi Pertanian yang sudah puluhan tahun konsen dan memiliki jam terbang yang cukup tinggi soal analisa tanah, pemuliaan tanaman dan ternak.

Divisi ini sudah mulai bekerja dengan melakukan analisa tanah di beberapa titik. Setelah menganalisa maka akan ada hasil Diagnosa (Raport) atas tanah tersebut,kemudian akan di keluarkan rekomendasi atau resep, sehingga pengaplikasian pemupukan dan juga penanggulangan hama akan menjadi lebih tepat, metode ini menurut Drs. H. Aminudin Mupti akan sangat membantu petani dalam menjalankan kegiatan usahanya dan beliau optimis hasil yang akan di dapatkan menjadi maksimal dan berkualitas.Ini adalah salah satu program kerja LPP NU kabupaten Brebes yang akan mampu mengatasi persoalan pertanian saat ini.

Kemudian pola pertanian organik akan menjadi solusi bagi petani Nahdliyin yang kedepanya hasil produksinya mampu masuk ke pasar global, di mana masyarakat dunia semakain sadar akan dampak kesehatan akibat mengkonsumsi produk-produk pertanian yang mengandung pestisidia kima yang berlebihan. Acara Pelantikan LPP NU kabupaten Brebes juga di hadiri oleh Ketua LPP NU Wilayah Jawa Tengah KH. Ir. Suroso. Dalam sambutan pembinaanya beliau menyampaikan, bahwa sebagai orang NU sekarang cara bertaninya sudah tidak sesuai dengan aqidah ahlusunah waljamaah annahdiyah seperti Kyai-Kyai jaman dulu.Contoh dulu Kyai-Kyai NU sebelum menanam akan melakukan syukuran/slametan mengundang tetangga untuk makan makan ( kenduri ) ritual ini dilakukan sebagai sedekah dan bukti rasa syukur kepada Allah ta’ala.Jepang Negara yang memiliki sumber alam yang terbatas namun dengan sumberdaya manusianya, para petaninya bisa hidup sejahtera karna jepang dalam bertani menggunakan data empiris. Sehingga meskipun petaninya hanya memiliki tanah yang tidak luas dapat mengahsilkan produk pertanian yang masimal dan berkualitas, di jawa tengah ada 2 kabupeten yang tingkat kerusakaan tanahnya sudah kritis salah satunya adalah Brebes, maka ini menjadi amanah dan PR (Pekerjaan Rumah) yang tidak mudah bagi LPP NU Kabupaten Brebes. Menurut KH. Ir. Suroso data empiris itu baru IQRO (baca) karna membangun tanpa data akan lebih sulit ketimbang membangun dengan data.

Hanya dengan IQRO ( data empiris ) Jepang bisa maju di sektor pertanian, padahal NU memiliki Iqro bismirobik (Bacalah dengan nama Tuhanmu) artinya bahwa dengan Bismirobik cara bertaninya harus dengan pendekatan spiritual.Karena sebagai orang yang beragama tentu meyakini bahwa yang menumbuhkan biji-bijian menjadi tumbuhan, kemudian tumbuhan itu menjadi subur dengan disiram air hujan, dan tumbuhan itu mengahsilkan buah buahan yang segar dan menyehatkan bagi tubuh manusia semua itu adalah bukti nyata kekuasaan Allah ta’ala.Sehingga dengan bertani mestinya di samping mensejahterakan kehidupan dunia juga dapat meningkatkan keimanan kepada Al Khaliq sang maha pencipta, hal ini yang sudah dilupakan oleh para petani kita.

Maka LPP NU kabupaten Brebes berkewajiban mengembalikan pola pertanian dengan mengggunakan Iqro bismirobik, penggunaan data empiris dan juga spiritual menurutnya akan mampu mewujudakan visi misi LPP NU. Pada acara Pelantikan LPP NU kabupaten Brebes juga melounching Program Gerakan “AYO MENANAM POHON dengan harapan Generasi Milenial bisa memiliki minat terhadap sektor pertanian sehingga bisa berkata ‘SAYA BANGGA JADI PETANI”.Karena kenyataanya banyak anak-anak petani yang memilih menjual tanahnya untuk dibelikan sepeda motor untuk ngojek, tentu ini mindset yang kurang tepat, karena potensi yang ada di sektor pertanian menjadi tidak menarik bagi generasi Milenial NU. Tanah adalah laksana Ibu bagi kita, karena dari tanah lah kita manusia di ciptakan dan ke tanah jugalah kita kelak akan di kebumikan.

Kearifan lokal masyarakat jawa ketika menyebut tanah dengan nama SITI, ini adalah filosofi yang adi luhung warisan budaya Nusantara yang kini hampir dilupakan generasi milenial yang hanya terpukai pada kemajuan tekhnologi elektornik saja.

Divisi Analisa Tanah Pemuliaan Tanaman dan Ternak LPP NU kabupaten Brebes sudah melaksakan kegiatan Analisa tanah dan air di antaranya:

1. Sawah Tanah sdr Rifai Ketua LPP NU kecamatan Paguyangan di laksanakan pada hari santri 22 Oktober 2020

2. Tanah Lokasi Kampus UNU Winduaji di laksanakan Pada tanggal 23 Oktober 2020

3. Tanah sawah dan daratan Lokasi Majenang Cilacap di belakang Rumah sakit AMANU salah satu Rumah sakit Milik NU di kabupaten Cilacap dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2020

4. Analisa Air di Kolam milik Bapak Mukharom Gunung anyar Krajan Banyumas di laksanakan pada tanggal 23 Oktober 2020 Bertani adalah profesi, bertani adalah bagian dari sumber kehidupan karena dari pertanian itu dihasilkan berbagai bahan dasar pangan, ketika baik hasilnya maka kualitas kehidpan umat manusia juga akan baik begitu pula, sebaliknya, penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang terus menerus dan bertubi tubi di sadari atau tidak tanah kita menjadi kebal dan resisten serta semakin ketergantungan pada bahan bahan kimia yang turut serta menciptakan berbagai macam penyakit pada umat manusia.

Dalam acara tersebut LPP NU juga melakukan LOUNCHING PEMBAGIAN BIBIT TANAMAN KEPADA WARGA NAHDLATUL ULAMA YANG SUDAH memiliki KARTANU dan sudah TERDAFTAR DAN TERDATA DI SISNU (Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama yang di gagas oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah).

Pada acara Lounching tersebut di bagikan bibit tanaman secara simbolis oleh ketua LPP NU Kecamatan Paguyangan Bapak Rifai Kepada Bapak Usatadz Solikhin, dan ketua tanfidziyah MWC NU kecamatan Paguyangan Bapak Khamlani SIP kepada ketua LPP NU kecamatan Salem Kyai Syarifudin.

Kemudian diberikan kepada ketua LPP NU kecamatan Bumiayu Ustadz Thohuro Hermawanto S.Ag kepada Ketua tanfidziyah MWC NU kecamatan Bumiayu H Taoufiq Tohari SH kepada ketua Tanfidziyah MWC NU Kec Sirampog H. Aminudin Mughni SH.LPP NU kabupaten Brebes menyediakan Bibit tanaman berupa 4,000 Batang Bibit Pohon Mahoni 5,000 Batang Bibit Pohon jambu Biji Merah 1,000 Batang Bibit Pohon Glodokan 6.000 Batang Pohon Bibit Sengon 200 Batang Bibit Pohon Cemara Total tersedia 16. 200 Batang

hasil dari pemintaan LPP NU kabupaten Brebes kepada Persemaian Permanen Provinsi Jawa Tengah Yang semuanya akan di bagikan secara gratis kepada warga NU yang sudah memiliki KARTANU secara tekhnis akan di bagikan kepada ranting ranting NU dengan koordinasi dengan Operator Ranting IT SISNU di tiap tiap Ranting NU.LPP NU akan mengupayakan Bibit produktif lainya di waktu yang akan datang dan semuanya akan di berikan kepada warga NU yang memiliki KARTANU.

Dalam acara tersebut LPP NU Kabupaten Brebes juga memberikan bibit tanaman kepada Panitai persiapan pendirian dan pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto Kampus Winduaji. UNU Winduaji adalah Wujud hidmah dari generasi dan kader kader Nahdlatul Ulama Ranting Winduaji dan MWC NU Kecamatan Paguyangan yang meskipun hanya bermodalkan niat yang kuat, tekad semangat perjuangan di bidang pendidikan yang di motori oleh sahabat Nurohman A.Md bin H. Takwad Almarhum beserta keluarganya yaitu Habib Hasan Al Ba’abud dan keluarganya serta relawan-relawan Nahdlatul Ulama ranting Winduaji.

Alhamdulilah dimulai sejak tahun 2017 kini P4 UNU sudah memilik lahan lebih kurang 9000 meter persegi dengan harga lebih dari satu milyard rupiah.

Kemudian kegiatan perkuliahan yang saat ini masih berafiliasi dengan UNU purwokerto sudah memasuki semseter 5 dengan 4 prodi yang ada yaitu

  • 1.Agro Tekhnologi ( S1 )
  • 2. Ilmu Perikanan ( S1 )
  • 3.Administarsi Publik ( S1 )
  • 4.Pendidikan Bahasa Inggris.

Semoga pengurus cabang Nahdltul Ulama kabupaten Brebes dan Pengurus Wilayah NU jawa tengah turut serta mendukung, dan mensuport UNU kampus Winduaji ini, sehingga dapat melahirkan generasi dan kader kader NU yang militan dan memiliki kompetensi di segala bidang.

Itulah harapan yang di sampaikan oleh salah satu panitai persiapan pendirian dan pembangunuan UNU Winduajai ibu Ermi Asrifah S.Pd.Kemudian setelah acara pelantikan semua pengurus LPP NU Kabupaten Brebes dan Pengurus Wilayah LPP NU Provinsi Jawa Tengah di jamu makan siang di rumah makan khas Waduk Penjalin yaitu Warung Betutu Bu UM yang memiliki makanan khas waduk Penjalin yaitu Pecak Betutu.

Setelah makan siang dan sholat dzuhur LPP NU kabuaten Brebes melakukan diskusi dan praktek pembuatan pakan ikan berdasar margot dan juga praktek pembuatan pupuk organik yang di latih langsung oleh Kyai Achmad Munajat, Kyai Mustofa dari LPP NU Provinsi Jawa Tengah.Semua peserta kegiatan ini merasa tercerahkan dan kembali bergairah dan semangat untuk kembali menjadi petani yang profesional. LPPNU Kabupaten Brebes yang merupakan bagian struktur organisasi Nahdlatul Ulama mempunyai Visi, Misi sebagai berikut :

VISI LPPNU

kabupaten Brebes bertujuan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pertanian dalam arti luas di Brebes.

MISI

  • 1.Melakukan pendampingan, pemberdayaan dan advokasi pelaku petanian di Kabupaten Brebes
  • 2. Melakukan pengembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian
  • 3. Melakukan pengembangan jaringan kerja dalam pengembangan sistem pertanian.
  • 4. Meciptakan Pasar hasil Produksi Pertanian baik Lokal Maupun Ekspor dengan harga yang menguntungkan Petani.

Berikut Susunan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian NU Kabupaten Brebes

Ketua : Yadi Supriyadi SP ( 11.26.04.09.00002 )

Sekretaris : Aas Aslahudin ( 11.26.04.12.00006 )

Bendahara : Khamlani SIP ( 11.26.04.10.00005 )

Koordinator Bidang Penyuluhan : Shidqon Ali Himam S.Hut ( 11.26.04.06.00026 )

Koordinator Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura :

1. Cartas Maulana ( 11.26.15.16.00040 )

2. Kasno Khamali ( 11.26.04.08.00004 )

3. M Rusdi ( 11.26.01.01.00007 )

4. Mahfud Sidik ( 11.26.01.01.00023 )

Koordinator Bidang Pasca Panen :

1. Basudin BA ( 11.26.04.12.00001 )

2. Herun ( 11.26.15.04.00025 )

3. Hadi Sutaryum ( 11.26.15.21.00115 )

Koordinator Bidang Analisa Tanah,Pemuliaan Tanaman dan Ternak :

Drs H Aminudin Mupti ( 11.26.06.13.00401 )

AYO MENANAM POHON ‘SAYA BANGGA MENJADI PETANI’

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *